Poster Typography

Poster Typography
Oleh: Clarissa Setyadi – 1506724392

            Typography adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang seni dan desain huruf (termasuk simbol) dalam aplikasinya untuk media komunikasi visual melalui metode penataan layout, bentuk, ukuran dan sifatnya sehingga pesan yang akan disampaikan sesuai dengan yang diharapkan. Tipografi dapat berisi berbagai macam konten, seperti quotes ataupun kata-kata tunggal tertentu. Proses pembuatan tipografi juga dapat menggunakan beberapa pendekatan untuk menciptakan ide dan memvisualisasikannya. 
Dalam tipografi bertuliskan “Be The Light for The World & Be The Salt of The Earth” ini, pendekatan yang digunakan adalah pendekatan “Mixing and Matching” dan pendekatan “Double Meanings”. Poster tipografi ini menggabungkan antara visual dari lampu dan visual dari salt shaker yang dibuat seakan-akan menyatu. Visualnya juga memperlihatkan satu benda yang dapat dilihat baik sebagai bohlam maupun sebagai salt shaker, maka visualnya memberikan makna yang lebih dari satu.
Visualisasi ini dibuat sedemikian rupa untuk menunjang tulisan dari poster itu sendiri yang menyatakan bahwa hendaklah seseorang menjadi terang sekaligus menjadi garam di dunia. Tulisan ini dikutip dari Alkitab pada bacaan Matius pasal 13 dan 14 yang menyatakan: “Kamu adalah garam dunia” dan “Kamu adalah terang dunia”. Penggunaan warna hitam pada latar belakang poster juga dimaksudkan untuk memperjelas bagaimana lampu memberikan penerangan di tempat yang gelap. Warna tulisan dari ‘light’ juga berwarna kuning untuk mengindikasikan warna dari cahaya itu sendiri dan warna dari tulisan ‘salt’ juga berwarna abu-abu untuk mencirikan warna garam. Perbedaan warna ini juga dimaksudkan untuk menekankan bahwa terang dan garam adalah kata kunci dari poster tipografi tersebut.

Sumber:
o   Kick Start “A Methodology for Producing Ideas”, excerpt from Mario Pricken’s Book, Creative Advertising.
o   Alkitab (Lembaga Alkitab Indonesia)



Komentar

Postingan populer dari blog ini

New! - PieceofHer

Poster Temulawak “Traditional First.”