Poster Temulawak “Traditional First.”
Oleh: Clarissa Setyadi – 1506724392
Indonesia terkenal kaya dengan
berbagai sumber daya alamnya, termasuk rempah-rempah. Salah satu rempah
Indonesia yang tidak terdapat di negara lain adalah temulawak. Temulawak
merupakan rempah asli Indonesia, meskipun sekarang telah dibudidayakan di beberapa
negara, yang memiliki pelbagai khasiat dan dapat ditemukan dengan mudah dengan
harga yang relatif murah. Meski bagian dari temulawak yang dapat digunakan
hanyalah rimpangnya, temulawak memiliki khasiat dalam mencegah berbagai
pemasalahan kesehatan yang tidak dimiliki oleh rempah lainnya.
Kegunaan dan fungsi temulawak
sangatlah beragam, mulai dari memperlancar produksi empedu, menurunkan
kolestrol, menghilangkan demam, mencegah radang, menambah nafsu makan hingga
berfungsi sebagai anti bakteri dan lain sebagainya. Biasanya temulawak
dikonsumsi dalam bentuk jamu. Berdasarkan data dari Kajian Potensi Pengembangan
Pasar Jamu oleh Kementerian Perdagangan pada tahun 2009, masyarakat masih
cenderung menggunakan jamu sebagai alternatif dan mengutamakan suplemen
kesehatan lain. Padahal, jamu adalah minuman alami yang tidak berbahan kimia
dan pengawet seperti obat-obat medis yang sering dikonsumsi masyarakat.
Berangkat dari fakta tersebut,
poster ini mengkampanyekan agar masyarakat menomorsatukan jamu temulawak dalam
mengatasi berbagai masalah kesehatan karena sehat secara alami merupakan hal
yang sangat penting. Visualisasi dari poster ini memperlihatkan ‘antrian’
beberapa suplemen kesehatan yaitu jamu temulawak, obat-obat medis dan juga
minuman penambah energi. Dalam poster terlihat bahwa jamu temulawak berada di
antrian pertama untuk dikonsumsi oleh si konsumen. Copy yang digunakan dalam poster tersebut juga sangat berkaitan
dengan visualisasinya yang memperlihatkan bahwa minuman tradisional masih dan
dapat selalu dijadikan pilihan utama untuk tetap sehat.
Sumber informasi :
·
Kajian Potensi Pengembangan Pasar
Jamu oleh Kementerian Perdagangan Dalam Negri, tahun 2009, http://www.kemendag.go.id/files/pdf/2014/01/06/Kajian-Jamu.pdf
Sumber gambar dalam poster:

Komentar
Posting Komentar